Shin Tae-yong mengungkapkan bahwa dirinya pernah makan bersama Igor Tolic, pelatih Persib Bandung, saat agenda pertandingan di Bali. Menurutnya, pertemuan tersebut berlangsung dengan suasana santai dan memberi kesempatan untuk berbincang sebelum laga yang mempertemukan Persija Jakarta dan Persib Bandung.

Peristiwa makan bersama Igor itu, menurut Shin Tae-yong, terjadi dalam rangka Piala Presiden 2026 yang menerapkan format sentralisasi di Bali. Momen tersebut menjadi bukti bahwa di luar tensi persaingan di lapangan, komunikasi antar-pelatih tetap berlangsung secara profesional dan hangat.
Makan bersama Igor di Bali
Shin Tae-yong menyebutkan bahwa pertemuan informal dengan Igor Tolic bukan sekadar salam dan berjabat tangan, melainkan juga kesempatan untuk saling bertukar pandangan. “Meski secara tidak terduga saya bertemu dengan pelatih baru Persib di sini, sebenarnya saya dan beliau sudah sempat makan bersama dan banyak ngobrol di Bali sebelum pertandingan,” ujar Shin Tae-yong.
Keterangan tersebut menegaskan bahwa hubungan kedua pelatih bukanlah semata rivalitas tajam yang hanya terlihat saat laga berlangsung. Interaksi seperti makan bersama memberi nuansa kemanusiaan dan profesionalisme yang kadang luput dari sorotan publik yang lebih fokus pada persaingan antar-klub.
Konstelasi Piala Presiden 2026 di Bali
Pertemuan Shin Tae-yong dan Igor Tolic berlangsung ketika Piala Presiden 2026 memilih Bali sebagai salah satu tuan rumah untuk fase sentralisasi. Format ini memungkinkan banyak pihak dari berbagai tim berkumpul di lokasi yang sama, sehingga membuka peluang untuk pertemuan di luar rutinitas pertandingan.
Dalam konteks itu, kesempatan makan bersama menjadi momen singkat namun penting bagi kedua pelatih untuk bertukar sapaan, membahas persiapan pertandingan, dan menjaga hubungan profesional. Shin Tae-yong menilai komunikasi semacam ini bermanfaat untuk menjaga etika sportif dan saling menghormati di antara pelatih meski timnya bersaing ketat di lapangan.
Hubungan di Luar Lapangan tetap Hangat
Meski Persija dan Persib dikenal memiliki rivalitas kuat, Shin Tae-yong menegaskan bahwa kehidupan di luar lapangan bisa berjalan berbeda. Interaksi personal, seperti makan bersama, menunjukkan bahwa pertukaran gagasan serta hubungan antar-pelatih dapat berlangsung tanpa terganggu oleh rivalitas klub.
Pernyataan tersebut memberikan gambaran bahwa profesionalisme melampaui tensi pertandingan. Bagi Shin Tae-yong, menjaga hubungan baik dengan rekan sejawat termasuk bagian dari etika kerja yang memperkaya pengalaman dan perspektif sebagai pelatih.
Pertemuan Kembali di Jakarta
Selain pertemuan di Bali, kedua pelatih kembali bertemu dalam sebuah acara launching kompetisi pada 1 September 2026 di SCTV Tower, Jakarta. Momen ini kembali memperlihatkan kedekatan personal di antara mereka, dan menjadi bukti berlanjutnya komunikasi yang sudah sempat terjalin sebelumnya.
Kesempatan bertemu di acara resmi seperti launching liga membuka ruang bagi interaksi yang lebih formal namun tetap ramah. Bagi Shin Tae-yong, pertemuan berulang ini mempertegas bahwa hubungan antar-pelatih dapat berjalan rutin dan profesional di berbagai kesempatan, baik saat turnamen maupun dalam acara resmi olahraga.
Makna Komunikasi Antar-Pelatih
Interaksi Shin Tae-yong dan Igor Tolic, dari makan bersama di Bali hingga pertemuan di ibu kota, menggambarkan sisi lain dari dinamika sepak bola profesional. Komunikasi tersebut tidak hanya soal taktik dan persiapan pertandingan, tetapi juga soal membangun jaringan profesional yang sehat di antara pelatih.
Bagi publik, momen-momen seperti ini memberi pengingat bahwa di balik rivalitas yang sering mendapat sorotan tajam, terdapat hubungan antar-manusia yang dapat berlangsung hangat dan saling menghormati. Pengakuan Shin Tae-yong mengenai pertemuan dan obrolan santai dengan Igor Tolic menjadi salah satu bukti nyatanya.
Sejauh ini, penjelasan Shin Tae-yong tentang pertemuan tersebut menjadi catatan kecil namun menarik pada dinamika persaingan antara Persija dan Persib, serta menggarisbawahi pentingnya komunikasi antar-pelatih dalam menjaga sportifitas kompetisi sepak bola di tanah air.










